Tag: GEDSI

f879c1e2 3f17 4937 af08 5087160f2ba2 scaled 1

Asdep Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi KPPPA: Pengarusutamaan Gender Agar Dilakukan Secara Kolaboratif

Pengarusutamaan gender (PUG) melalui program, kegiatan maupun sub kegiatan pembangunan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh perangkat daerah tidak boleh sendiri-sendiri. Pengarusutamaan gender harus dilakukan secara kolaboratif dalam artian direncanakan, dianggarkan, dilaksanakan, diawasi, dievaluasi dan dilaporkan melalui kerja sama untuk menelurkan ide dan menyelesaikan masalah gender menuju visi bersama.

Baca SelengkapnyaAsdep Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi KPPPA: Pengarusutamaan Gender Agar Dilakukan Secara Kolaboratif
Screenshot 2024 08 28 233151

Pengarusutamaan GEDSI Dalam Pemenuhan Indikator Destana

The document "Pengarusutamaan GEDSI dalam Pemenuhan Indikator Destana" focuses on the integration of Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) principles within the Disaster-Resilient Village (Destana) program. This initiative, implemented through a partnership between SIAP SIAGA and LPBI NU, aims to ensure that disaster risk reduction efforts at the village level are inclusive and consider the needs of all community members, particularly vulnerable groups.

Baca SelengkapnyaPengarusutamaan GEDSI Dalam Pemenuhan Indikator Destana
90 a cover. WhatsApp Image 2023 11 30 at 11.10.36 daa803f8

Mendorong Penyandang Disabilitas Menjadi Agen Perubahan Penanggulangan Bencana

Untuk itu, salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan adalah bagaimana memastikan agar seluruh unsur penanggulangan bencana mulai dari pemerintah, komunitas warga, dunia bisnis, perguruan tinggi, dan media massa bisa memahami mengapa GEDSI sangat penting. “Yang penting memang membangun mindset dulu. Kemarin orang kenal Gender, tetapi belum memahami soal disabilitas dan inklusi,”.

Baca SelengkapnyaMendorong Penyandang Disabilitas Menjadi Agen Perubahan Penanggulangan Bencana
88 a cover. Deklarasi KSB Poltekkes2 1

Pengarusutamaan Perspektif Kesetaraan Gender dan Inklusi Disabilitas Melalui Kampus Siaga Bencana

Dalam pedoman yang disusun BPBD Bali dan FPRB Bali dengan dukungan dari Program SIAP SIAGA, Kampus Siaga Bencana didefinisikan sebagai program yang dikembangkan oleh berbagai lembaga baik internal kampus maupun dukungan dari luar kampus yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kampus dalam seluruh fase penanggulangan bencana. Program ini berguna untuk memastikan bahwa kampus memiliki rencana penanggulangan bencana yang efektif dan dapat diimplementasikan dengan baik terutama oleh mahasiswa, tenaga pendidik dan seluruh masyarakat kampus.

Baca SelengkapnyaPengarusutamaan Perspektif Kesetaraan Gender dan Inklusi Disabilitas Melalui Kampus Siaga Bencana
87 b. 02

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dalam upaya Penanggulangan Bencana

Panggilan untuk bersama-sama melakukan kampanye selama 16 hari ini menunjukan pentingnya sinergi dari berbagai elemen di masyarakat maupun pemerintah untuk bersama-sama menghapus kekerasan berbasis gender. Kekerasan berbasis gender bisa dialami oleh siapa saja, terutama kelompok rentan termasuk perempuan dan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan anak-anak.

Baca SelengkapnyaKampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dalam upaya Penanggulangan Bencana