Tahun ini, BNPB ingin menyoroti bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari unit terkecil dalam masyarakat, mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi ancaman, menentukan besarnya risiko, dan dampak bencana yang mungkin terjadi. Hal ini akan dikombinasikan dengan penekanan lebih lanjut pada peningkatan kesadaran masyarakat bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Kemitraan Australia-Indonesia dalam Manajemen Risiko Bencana dengan bangga mendukung Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Pada tahun 2016, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilih tanggal 26 April untuk memperingati HKB setiap tahunnya, karena tanggal tersebut merupakan hari diundangkannya RUU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Tema HKB tahun ini adalah 'Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Bangsa dalam Menghadapi Bencana'. Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang risiko bencana, menumbuhkan budaya sadar bencana, dan mengembangkan keterampilan tentang cara-cara yang tepat untuk melindungi diri dari bencana. Tahun ini, BNPB ingin menyoroti bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari unit terkecil dalam masyarakat, mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi ancaman, menentukan besarnya risiko, dan dampak bencana yang mungkin terjadi. Hal ini akan dikombinasikan dengan penekanan lebih lanjut pada peningkatan kesadaran masyarakat bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Untuk HKB 2022, BNPB bermaksud untuk menampilkan pendekatan berbasis sistem yang terintegrasi dan inklusif, yang memungkinkan inisiatif manajemen risiko bencana berbasis masyarakat (CBDRM) yang lebih holistik dan memastikan bahwa inisiatif tersebut mendukung daerah-daerah dengan risiko tertinggi dan populasi yang paling rentan. Salah satu kegiatan utama dalam acara puncak HKB 2022 menampilkan testimoni dari juru bicara masyarakat yang tinggal dekat dengan gunung berapi, yaitu Gunung Merapi (Yogya), Gunung Agung (Bali), Gunung Rinjani (NTB), Gunung Kelud, dan Gunung Semeru (Jawa Timur). Mereka akan berbagi wawasan berharga dari pengalaman mereka dalam mengadopsi CBDRM dan/atau model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kesejahteraan. Wawasan berharga tersebut akan dikumpulkan dan dikembangkan lebih lanjut menjadi buku panduan praktik terbaik yang akan didistribusikan oleh BNPB selama acara GPDRR di bulan Mei 2022.
Pada kesempatan yang menggembirakan ini, sebuah laporan Regional dirilis selama acara utama HKB, melalui upacara penyerahan simbolis oleh Kepala BNPB dan Kirsten Bishop, Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia, kepada para pejabat pemerintah kunci yang hadir. Laporan ini merupakan keluaran utama untuk mencapai salah satu tujuan Program SIAP SIAGA, yakni untuk memperkuat kolaborasi antara Australia dan Indonesia dalam meningkatkan manajemen risiko bencana dan aksi kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik dan membangun ketahanan masyarakat dan komunitas yang mungkin terkena dampak bencana dan krisis.

Program SIAP SIAGA adalah Kemitraan Australia-Indonesia yang bertujuan untuk menguatkan ketangguhan bencana di Indonesia dan Kawasan Indo-Pasifik
HUBUNGI KAMI
Kami akan senang mendengar dari Anda.
Jangan ragu untuk menghubungi menggunakan detail di bawah ini.
Alamat:
SIAP SIAGA
Treasury Tower 59th Floor, District 8 SCBD Lot 28, Jl. Jend. Sudirman Kav 52 – 53
Jakarta Selatan, 12190, Indonesia
Telepon: +6221 7206616
Email: siap.siaga@thepalladiumgroup.com












