
Lembaga Generasi Bintang Sejahtera
Lembaga Generasi Bintang Sejahtera (LGBS) adalah mitra utama Pemerintah Provinsi NTB dalam program zero waste andalan mereka. LGBTS mengelola 285 bank sampah berbasis masyarakat di seluruh Nusa Tenggara

Lembaga Generasi Bintang Sejahtera (LGBS) adalah mitra utama Pemerintah Provinsi NTB dalam program zero waste andalan mereka. LGBTS mengelola 285 bank sampah berbasis masyarakat di seluruh Nusa Tenggara

Yayasan ADBMI merupakan lembaga masyarakat sipil non-profit pertama berbasis lokal di Lombok Timur yang fokus pada isu pekerja migran dan Perdagangan Manusia dengan tipe gerakan berbasis hak serta kebutuhan korban.

Buku ini menyajikan peta jalan komprehensif dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dari tahun 2022 hingga 2025. Buku ini mengintegrasikan rencana dan kegiatan rinci yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana di seluruh wilayahnya.

Tantangan kebencanaan di Nusa Tenggara Barat dapat (NTB) terjadi setiap saat. Peristiwa Gempa Bumi Lombok-Sumbawa Tahun 2018 memberi pelajaran mendalam kepada kita bahwa kesiapsiagaan terutama mitigasi dapat mengurangi risiko atas kerusakan yang lebih besar.

Dokumen ini menyajikan analisis risiko bencana secara rinci di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2021 hingga 2026. Dokumen ini mengidentifikasi 11 potensi bahaya, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, cuaca ekstrem, dan wabah penyakit.

Rencana kontinjensi ini menguraikan strategi menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah. Hal ini mencakup skenario rinci, proyeksi dampak, dan prosedur tanggap darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) adalah sebutan dalam bahasa inggris dari Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah yang merupakan salah satu unsur pembantu pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah pada tingkat Pusat (Nasional), Wilayah (Provinsi) dan Daerah (Kabupaten) se Indonesia.

Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) didirikan pada 21 April 2001 di Mataram Nusa Tenggara Barat. Para pendirinya berasal dari berbagai latar belakang dan profesi antara lain masyarakat pengelola kawasan hutan, akademisi, legislatif, pengusaha, praktisi, NGO, dan wartawan.