adminSS

adminSS

Mendorong Penyandang Disabilitas Menjadi Agen Perubahan Penanggulangan Bencana

90 a cover. WhatsApp Image 2023 11 30 at 11.10.36 daa803f8

Untuk itu, salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan adalah bagaimana memastikan agar seluruh unsur penanggulangan bencana mulai dari pemerintah, komunitas warga, dunia bisnis, perguruan tinggi, dan media massa bisa memahami mengapa GEDSI sangat penting. “Yang penting memang membangun mindset dulu. Kemarin orang kenal Gender, tetapi belum memahami soal disabilitas dan inklusi,”.

Pengarusutamaan Perspektif Kesetaraan Gender dan Inklusi Disabilitas Melalui Kampus Siaga Bencana

88 a cover. Deklarasi KSB Poltekkes2 1

Dalam pedoman yang disusun BPBD Bali dan FPRB Bali dengan dukungan dari Program SIAP SIAGA, Kampus Siaga Bencana didefinisikan sebagai program yang dikembangkan oleh berbagai lembaga baik internal kampus maupun dukungan dari luar kampus yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kampus dalam seluruh fase penanggulangan bencana. Program ini berguna untuk memastikan bahwa kampus memiliki rencana penanggulangan bencana yang efektif dan dapat diimplementasikan dengan baik terutama oleh mahasiswa, tenaga pendidik dan seluruh masyarakat kampus.

Panduan Implementasi untuk Akselerasi Pengarusutamaan Kesetaraan Gender dan Inklusi Disabilitas di Jawa Timur

86 c. IMG 2793

Upaya pengarusutamaan GEDSI itu antara lain dilakukan dengan memunculkannya secara eksplisit dalam penganggaran program penanggulangan bencana yang saat ini sudah diemban bersama oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, integrasi itu masih dapat dioptimalkan terutama di sisi penganggaran. Pengarusutamaan GEDSI diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan perencanaan dan penganggaran penanggulangan bencana di berbagai OPD tersebut.

BNPB Deklarasikan Komitmen Pengarusutamaan Gender dalam Penanggulangan Bencana

85 c. Foto 5

Seusai penandatanganan lembar komitmen, Kepala Biro Perencanaan BNPB Andi Eviana mengatakan bahwa dengan adanya komitmen pengarusutamaan gender itu, upaya penanggulangan bencana ke depan, baik yang dilaksanakan BPNB maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek gender. Hal ini sangat penting mengingat kerentanan perempuan dan anak dalam bencana sangatlah tinggi, termasuk kerentanan terhadap kekerasan berbasis gender.