Sebagai permukiman yang paling dekat dengan Gunung Merapi, warganya telah berulang kali menghadapi ancaman erupsi. Saat letusan besar tahun 2010 terjadi, budaya siaga yang sudah mengakar kuat serta kearifan lokal yang terus dijaga membuat Desa Glagaharjo hampir tidak mencatat korban jiwa, sementara wilayah di sekitarnya mengalami dampak yang jauh lebih berat. Pencapaian ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari komitmen bersama seluruh warga untuk selalu siap dan saling menjaga.
Desa Glagaharjo bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi komunitas lain yang ingin memperkuat ketahanan mereka. Di sini, tradisi berjalan selaras dengan inovasi, dan semangat untuk bertindak lebih awal demi mengurangi risiko telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Para pengunjung, mitra, maupun pembelajar akan menemukan sebuah komunitas yang menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya—di mana setiap orang memiliki peran dalam membangun masa depan yang lebih aman.



