Publikasi Kearifan Lokal dan Praktik Baik Dari Masyarakat yang Tinggal di 7 Gunung Berapi Aktif di Indonesia 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didukung Pemerintah Australia melalui  Program SIAP SIAGA  menyusun sebuah publikasi tentang kearifan lokal dan praktik baik dari masyarakat yang tinggal di 7 gunung berapi aktif di Indonesia. 
 
Masyarakat Gunung Berapi Bertutur menampilkan cerita, pengalaman dan praktik baik di lingkungan masyarakat gunung api terkait upaya mereka hidup harmonis berdampingan dengan ancaman dan risiko bencana. 
 
Buku ini dibedah secara interaktif dalam moment GPDRR 2022  pada sesi Panggung Resiliensi  menghadirkan Pangarso Suryotomo (Direktur Kesiapsiagaan, BNPB), Tasril Mulyadi (BNPB), Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro (Program Advisor SIAP SIAGA) dan di moderatori oleh Nia Firtica (SIAP SIAGA Program). 

Melalui buku ini, para pemangku kepentingan, terutama para pelaku penanggulangan bencana dapat mengambil pelajaran dan hasil dari upaya pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan di masing-masing daerah. Pembelajaran yang dibagikan oleh tujuh komunitas gunung berapi ini juga dengan jelas menunjukkan bagaimana kesiapsiagaan dan resiliensi masyarakat melalui pendekatan ekonomi, adalah salah satu kunci keberlanjutan pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas di wilayah gunung berapi aktif dan menunjukan betapa pentingnya membangun resiliensi secara lokal.

Buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya dalam meningkatkan ketangguhan demi menurunkan potensi dampak risiko bencana di masa mendatang. Publikasi ini merupakan bukti keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan dan memfasilitasi inisiatif kesiapsiagaan bencana yang digerakkan oleh masyarakat, yang diluncurkan melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada tanggal 26 April 2022 yang lalu. 

Buku Masyarakat Gunung Berapi Bertutur tersedia dalam 2 bahasa (Ind&Eng). Format E-Book dapat di unduh melalui link berikut Perpustakaan BNPB.

*Program SIAP SIAGA adalah Kemitraan Australia — Indonesia untuk Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan dari bencana di Indonesia — baik itu bencana yang terjadi dengan lambat (slow onset) maupun cepat (rapid onset) — serta memperkuat kerja sama Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik. 

Sumber: Tasril Mulyadi, Direktorat Kesiapsiagaan BNPB