SIAP SIAGA Mengadakan Misi Pemantauan Bersama yang Pertama

Program SIAP SIAGA bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Luar Negeri, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat sipil melaksanakan Kegiatan Joint Monitoring Missions (JMM) secara berkala merupakan bagian penting dari proses akuntabilitas dan refleksi Program SIAP SIAGA.

Misi Pemantauan Bersama ini memberikan kesempatan bagi pemangku kepentingan utama, baik dari Pemerintah Australia maupun Pemerintah Indonesia (termasuk anggota Komite Teknis dan Komite Pengarah), untuk meninjau dan merefleksikan pelaksanaan dan kemajuan program SIAP SIAGA di tingkat provinsi dan kabupaten.

Mewakili BNPB pada kegiatan ini antara lain Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Direktur Kesiapsiagaan, perwakilan pusdatinkomben dan perwakilan biro hukum kerjasama.

Tentang Program SIAP SIAGA

Program SIAP SIAGA adalah Kemitraan Australia-Indonesia dalam Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, menanggapi, dan pulih dari bencana yang cepat dan lambat di Indonesia serta memperkuat kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam aksi kemanusiaan di kawasan Indo Pasifik. Program SIAP SIAGA diselaraskan dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia (RPJMN) 2020–2024 dan Strategi Kemanusiaan Pemerintah Australia (2016).

Tujuan menyeluruh dari Misi Pemantauan Bersama ini antara lain:

  1. Meningkatkan pemahaman tentang kegiatan program SIAP SIAGA di tingkat provinsi dan kabupaten.
  2. Membahas dan meninjau kemajuan program SIAP SIAGA bersama dengan pemangku kepentingan daerah.
  3. Mendiskusikan masalah dan peluang dan identifikasi rekomendasi untuk program ke depannya.
  4. Mengidentifikasi cerita perubahan yang muncul.

The joint monitoring team consisting of the SIAP SIAGA team, the Government of Australia and the Government of Indonesia (Photo: SIAP SIAGA Program) 

Activities during the Mission

Agenda JMM disusun berdasarkan rencana perjalanan selama empat hari di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni pada tanggal 2–5 Agustus 2022. Tim gabungan yang terdiri dari — tim SIAP SIAGA, Pemerintah Australia, dan Pemerintah Indonesia — melakukan misi monitoring ke Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya ke Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat. Ada 6 area tematik utama yang akan menjadi aktifitas pemantauan bersama:

  1. Standar Pelayanan Minimum (SPM) sub urusan bencana.
  2. Integrasi data dan Pusdalops.
  3. Perencanaan kontinjensi dan kesiapsiagaan.
  4. Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial.
  5. Kolaborasi melalu Forum Pengurangan Risiko Bencana.
  6. Pemulihan COVID-19 di Desa-Desa Wisata.

Hari pertama, Selasa 2 Agustus 2022 

  • Keberangkatan menuju Provinsi NTT. 
  • Pada siang hari Tim JMM melakukan audiensi bersama dengan Gubernur NTT.
  • Dilanjutkan pada sore hari, kunjungan lapangan ke Pusdalops Provinsi NTT.
Pusat Pengendali Operasi (PUSDALOPS) BPBD Provinsi NTT (Foto: Tasril Mulyadi/BNPB)

Day 2, Wednesday – 3 August 2022 

  • Pada pagi hari berlangsung Sesi diskusi bersama para pemangku kepentingan utama atau pemerintah daerah yang relevan.
  • Kegiatan berikutnya, selepas siang hingga sore hari dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi-lokasi dimana mitra hibah program Pulih Bersama SIAP SIAGA mendukung ketangguhan dan pemulihan masyarakat dari COVID-19.
  • Tim JMM terbagi dalam 2 kelompok dan melakukan tinjauan lapangan, Tim 1: Berangkat ke Desa Mata Air — lokasi SwaraParangpuan (mitra Pulih Bersama) di Kota Kupang, Tim 2: Berangkat ke desa wisata Kelurahan Buraeng/Fatubraun–lokasi Swara Parangpuan (mitra Pulih Bersama) di Kabupaten Kupang
Discussion sessions with relevant stakeholders and field observations in two tourist village locations assisted by Swara Parangpuan.
Team 1: Spring Village in Kupang City, Team 2: Village Tourism Village of Buraeng/Fatubraun in Kupang Regency (Photos: Tasril Mulyadi/BNPB & Pulih Bersama Program) 

Day 3, Thursday – 4 August 2022 

  • Tim JMM melakukan diskusi de-briefing. Membahas temuan (kemajuan positif dan tantangan implementasi) untuk mengidentifikasi rekomendasi untuk area perbaikan.
  • Metode yang digunakan menggunakan working group untuk merumuskan hasil temuan selama kunjungan lapangan. Khusus untuk sesi diskusi area tematik Forum PRB membahas tantangan, solusi dan bentuk kemitraan.
  • Dalam prosesnya, Firza Gozalba memandu proses diskusi dengan narasumber FPRB Kota Kupang dan Tasril Mulyadi sebagai fasilitator Working Group merangkum hasil diskusi tersebut untuk disampaikan pada sesi presentasi.
The debriefing discussion session used the Working Group method to discuss findings (positive progress and implementation challenges) to identify recommendations for areas of improvement. (Photos: Tasril Mulyadi/BNPB) 

Day 4, Friday – 5 August 2022  

  • Tim JMM pada pagi hari melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT untuk melakukan kunjungan lapangan ke Taman Nasional Komodo.
  • Pada sore hari Tim JMM bertolak kembali ke Jakarta.
Site visit to the Komodo National Park (Photos: Tasril Mulyadi/BNPB & Siap Siaga Program)

Rencana Tindak Lanjut

Misi ini akan diikuti oleh penyusunan laporan JMM yang merinci hasil pengamatan, pelajaran yang dipetik, dan kisah-kisah perubahan, serta menguraikan langkah-langkah penting selanjutnya oleh Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia dan SIAP SIAGA.


Source: Tasril Mulyadi, BNPB – System and Strategy Directorate

Leave a Reply