Hari Penyandang Cacat Sedunia 2022

Tanggal 3 Desember adalah Hari Penyandang Disabilitas Sedunia, peringatan tahunan yang dirancang untuk menyatukan dukungan untuk penyandang disabilitas di komunitas-komunitas kita, dan untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya membangun masa depan dengan kesempatan yang sama dan tanpa hambatan bagi mereka. Bagi SIAP SIAGA, ini berarti memastikan bahwa penyandang disabilitas juga diberdayakan pada saat usaha untuk meningkatkan resiliensi lokal terhadap bencana dilakukan.

Melalui kerjasama dengan salah satu mitra PULIH BERSAMA, Konsorsium Swara Parangpuan, SIAP SIAGA membantu para pelaku UMKM setempat di Kabupaten Kupang untuk menjajaki bidang usaha alternatif di luar industri kuliner, yang sebagian besar sedang mereka geluti. Di bulan September 2022, diadakan Lokakarya Kerajinan Tangan di tiga desa di Kabupaten Kupang. Pelatihan ini memberikan instruksi bagi para pesertanya untuk membuat produk rajutan yang populer dan laris di area mereka tinggal. Instruktur lokakarya ini juga akan membantu para peserta untuk memasarkan dan menjual barang jadi sehingga bisa memberikan alternatif pendapatan baru untuk rumah tangga mereka masing-masing.

Dua dari 14 peserta yang mengikuti lokakarya ini berasal dari komunitas penyandang disabilitas dengan disabilitas sensorik dan fisik yang berbeda. Ibu Adriana Rakmeni (baju merah muda) sangat senang menerima pelatihan kerajinan tangan, terutama karena sebelumnya dia selalu memiliki keterbatasan akses untuk pengembangan keterampilan karena disabilitas fisiknya. Ibu rumah tangga ini mengatakan bahwa pelatihan tersebut membantu meningkatkan rasa percaya dirinya dan dia yakin keterampilan yang baru dipelajarinya akan membantunya berkontribusi pada keuangan keluarganya. Fransiska Bureni (baju biru) memiliki disabilitas sensorik yang menyebabkannya tidak bisa menamatkan sekolah dasar, tetapi dia telah menghidupi dirinya sendiri melalui bisnis kuenya. Siska, sapaan akrabnya, mengaku senang mengikuti lokakarya ini. Ia mengaku sering mendaftarkan diri untuk mengikuti lokakarya atau pelatihan seperti ini namun selalu ditolak karena tidak bisa memenuhi persyaratan ijazah sekolah.

Dengan adanya program pengayaan seperti ini, SIAP SIAGA berharap dapat berkontribusi pada peningkatan ketahanan lokal dan pemberdayaan penyandang disabilitas dalam masyarakat.

Leave a Reply